SDN 011 NUNUKAN

BU LAILA ANGGRAINI, S. Pd. SD KEPALA SDN 011 NUNUKAN.

SDN 011 NUNUKAN

OKTAVIANUS ( Staff Tata Usaha Sekolah )

SDN 011 NUNUKAN

Ekstrakurikuler Siswa

SDN 011 NUNUKAN

Keluarga Besar SDN 011 Nunukan

SDN 011 NUNUKAN

TUMINI, S.Pd.SD Guru Kelas V A

SDN 011 NUNUKAN

Kegiatan Persami Gudep SDN 011 Nunukan.

SDN 011 NUNUKAN

Pelatihan Kit IPA

SDN 011 NUNUKAN

Pra Jambori 100 Th Pengakap Negeri Sabah 2012.

SDN 011 NUNUKAN

Sriady Faisal, S. Pd. Wali Kellas VI A

SDN 011 NUNUKAN

Staff dan Dewan Guru SDN 011 Nunukan

Kamis, 30 Mei 2013

Mendidik Tanpa Kekerasan

Oleh: Hanlie Muliani, M. Psi, Psikolog

Sebuah gambaran perjalanan hidup berkeluarga. Setelah pernikahan, diberi pekerjaan, rumah yang layak serta dianugerahi anak-anak, lalu, what is next? Mendidik anak dalam keluarga itulah jawabannya.

 
Ada sebuah cara mendidik anak yang diajarkan melalui kisah hidup berikut ini:

Saat berusia 16 tahun, saya tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga milik kakek. Tanpa tetangga, 18 mil jauh di pedalaman kota Durban, Afrika Selatan. Pergi ke kota, berkunjung ke rumah teman atau menonton bioskop menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Suatu hari ayah meminta saya untuk mengantarnya ke kota menghadiri konferensi. Tentu kesempatan ini tak akan saya lewatkan. Tahu bahwa akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Sambil menunggu ayah juga meminta untuk memperbaiki mobil di bengkel.

Setiba di tempat konferensi ayah berkata, "Ayah tunggu kamu di sini jam 5 sore lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama." Setelah menyelesaikan berbagai titipan pekerjaan terpikir oleh saya untuk pergi ke bioskop.

Aksi film yang mengasikkan sehingga membuat saya lupa waktu. Begitu melihat jam sudah menunjukkan pk. 17.30. Saya langsung berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggu. Saat itu sudah hampir pk. 18.00.

Ayah tampak gelisah menanyai saya, "Kenapa kamu terlambat?" Malu mengakui menonton bioskop saya menjawab, "Tadi mobilnya belum siap, saya harus menunggu." Tanpa diduga ayah menelepon bengkel mobil sehingga tahu kebohongan saya. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkanmu sehingga kamu tidak punya keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Ini sepenuhnya kesalahan ayah, biarkan ayah pulang berjalan kaki dan memikirkannya baik-baik."

Ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Tidak bisa meninggalkan ayah di jalanan seperti itu, lima setengah jam saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau dan melihat penderitaan yang dialaminya hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

 
Mendidik tanpa kekerasan, mendidik dengan memberikan teladan adalah cara mendidik yang sangat efektif. Sebaliknya, mendidik dengan kekerasan dan tanpa memberikan teladan hanya akan membangkitkan amarah, kebencian dan meninggalkan luka di hati anak.

Dalam salah satu puisi Kahlil Gibran, orang tua adalah busur-busur tempat anak menjadi anak-anak panah yang hidup dan siap diluncurkan. Sayang, banyak anak yang salah didik di tangan orang tuanya sendiri sehingga tidak menjadi "anak panah" tetapi menjadi "bumerang". Berbeda dengan anak panah, bumerang bengkok dan tumpul. Kalau dilempar dan tidak mengenai sasaran bumerang akan berputar dan kembali kepada pemiliknya. Kalau tidak pandai menangkapnya bumerang bisa menghantam kepala pemiliknya. Hal seperti itu dapat terjadi kepada orang tua yang salah mendidik anaknya, misalnya terlalu "keras" pada anak, kurang kasih sayang, terlalu memanjakan, tidak ada disiplin dan setelah besar Si Anak kembali bukan menjadi kebanggaan melainkan membuat malu. Bahkan ada anak yang kembali untuk membunuh orang tua karena dendam.

Akhir kisah seorang penjahat besar. Kisah ini pernah terjadi:

Ada seorang penjahat besar yang akan dieksekusi mati. Matanya telah ditutup kain hitam dan regu tembak telah disiapkan. Pada saat-saat terakhir yang mendebarkan seperti ini biasanya wakil keluarga dekatnya masih diberi kesempatan untuk memberi atau menerima pesan.

Penjahat ini minta ibunya untuk mendekat dan menempelkan telinga ke mulutnya karena ia ingin membisikkan sesuatu. Namun tiba-tiba ibunya berteriak kesakitan. Telinganya berdarah dan mengumpat, "Dasar anak durhaka, mau mati saja masih kurang ajar!" karena telinganya telah digigit oleh anaknya.

Namun apa yang dikatakan si anak? "Ibu tahu aku menjadi penjahat seperti ini karena Ibu. Sejak kecil Ibu membiarkan aku. Apa yang aku minta selalu Ibu berikan. Ke mana dan kepada siapa aku bergaul Ibu tidak pernah bertanya. Beginilah jadinya."

Eksekusi akhirnya dilaksanakan. Siapakah yang salah dan siapakah yang gagal? Kasihan, si anak tidak menjadi anak panah di tangan pahlawan tetapi menjadi bumerang di tangan "penyesat". Orang tua tidak menjadi idola namun dianggap sebagai malapetaka penyebab kehancuran hidup anak.

Kapan seharusnya kita mulai mendidik anak? Ada sebuah ungkapan Cina: "Luruskan bambu selagi muda, kalau sudah tua ia akan patah atau salah-salah menghantam diri sendiri ". Maksud ungkapan ini adalah kita harus mendidik anak sejak mereka muda. Kalau mereka sudah tumbuh remaja apalagi dewasa kita akan semakin sulit mendidik mereka.

Melihat anak berprestasi, bertanggung jawab akan hidupnya, mengasihi orang tua dan peduli terhadap sesama adalah impian semua orang tua. Bukan menjadi seperti "diberi hati minta ampela" yang artinya menjengkelkan karena selalu menuntut lebih dan membuat susah banyak orang. Didiklah anak supaya mempunyai daya guna yang besar. Dapat menjadi penghibur di kala duka, menjadi bunga teratai di lingkungan yang keruh.

Sumber : Kesekolah.com

Kamis, 21 Juni 2012

Bahaya Memakan Manisan Berlebihan


Gula, adalah salah satu perasa favorit semua usia. Rasanya yang manis cenderung meningkatkan mood dan membuat orang jadi ketagihan ingin merasakannya lagi dan lagi. Sayangnya, bila dikonsumsi terlalu banyak gula akan membahayakan tubuh.

Gula berbahaya bagi jantung
Menurut sebuah riset yang dilakukan di The Emory University School of Medicine di Atlanta, seperti dikutip dari Sheknows, pengonsumsian gula berlebih dapat meningkatkan resiko terserang penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena HDL di dalam tubuh bertambah jumlahnya, sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan memicu gagal jantung atau stroke.

Gula memicu kenaikan berat badan
Kebanyakan makanan manis kaya akan kandungan kalori, yang menjadi penyebab utama kenaikan berat badan. Dan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan gula, maka secara otomatis berat badan akan bertambah terus menerus, apalagi jika tidak diimbangi dengan olahraga.
Dari mana saja sumber gula dalam makanan ini? Mereka ada di dalam minuman bersoda, di dalam kue-kue dan cake yang lezat, di dalam permen dan gula-gula, di dalam minuman dan ice cream, dan lain sebagainya.

Gula dapat menyebabkan diabetes tipe 2
Diabetes sebenarnya adalah penyakit yang muncul karena keturunan/gen, namun seiring dengan perkembangan jaman, penyakit diabetes ada dua tipe. Tipe 1 adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh gen, dan tipe 2 (yang semakin meningkat jumlah penderitanya) adalah diabetes yang disebabkan oleh lifestyle.
Menu yang diasup dan gaya hidup ini berpengaruh sangat besar terhadap munculnya penyakit diabetes. Terutama bila makan tidak teratur dan seringkali mengasup menu yang kaya gula, termasuk minum-minuman bersoda, minuman beralkohol, merokok, dan lain sebagainya.

Gula tidak baik untuk gigi
Bagaimanapun juga, gula tak baik untuk gigi. Pasalnya, selain dapat mempengaruhi warna gigi, gula juga dapat memicu kerusakan serta gigi berlubang. American Dental Association (ADA) sendiri menganjurkan agar kita mengurangi menu manis dan rajin menyikat gigi tiga kalo sehari untuk membantu mencegah kerusakan pada gigi. Agar lebih maksimal lagi, berkumurlah dengan mouthwash dua kali sehari.

Jumat, 15 Juni 2012

Manfaat Minum Kopi



Menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak.
  • Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.
  • Kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar.
  • Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.
  • Penyakit Parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.
  • Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke.  Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.
  • Fungsi kognitif. Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.
Efek Negatif Kopi
Namun demikian, kopi juga memiliki efek negatif. Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafein mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif itu muncul bila Anda mengkonsumsinya secara berlebihan.
Bagi kebanyakan orang, minum dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif. Meminum kopi dengan frekuensi lebih dari itu bisa menimbulkan jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, bagi mereka yang mengkonsumsi kopi agar tidak mengantuk–misalnya karena kekurangan tidur– disarankan agar konsumsinya disebar sepanjang hari.
Riset mengenai hubungan konsumsi kopi dengan keguguran kandungan tidak memberikan kesimpulan seragam. Tetapi, untuk amannya ibu hamil disarankan tidak minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.

Exchange Link